APA ITU NARKOBA? BERIKUT JENIS-JENIS DAN DAMPAKNYA.
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Ni Selain "narkoba", ada Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Bersumber dari Wikipedia, istilah "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.[butuh rujukan] Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Pemakaian narkoba secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang kecanduan. Pada dasarnya, narkoba digunakan sebagai obat untuk menenangkan dan menghilangkan rasa nyeri. Namun, tidak sedikit orang yang ternyata menyalahgunaan bahan tersebut.
Berikut ini beberapa penjelasan beberapa jenis narkoba yang digunakan dalam medis namun sering disalahgunakan :
Apa saja jenis-jenis narkoba?
Ada banyak jenis narkoba yang tentunya lazim digunakan dalam dunia kedokteran. Namun akibat orang-orang yang suka menyalahgunakannya untuk suatu kesenangan sesaat, jenis yang paling sering disalahgunakan seperti berikut :
1. Kokain
Kokain atau biasa disebut coke termasuk dalam jenis narkoba yang sangat adiktif dan bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Obat yang terbuat dari ekstrak daun tanaman koka ini berbentuk bubuk atau kristal putih halus dan bisa digunakan dengan cara disuntik, dihisap, atau dihirup.
Walaupun dapat dimanfaatkan dalam beberapa prosedur medis, kokain yang sering kali disalahgunakan untuk tujuan rekreasional dapat memicu otak melepaskan dopamin dan menciptakan rasa gembira untuk sesaat.
Karena efek yang bersifat sesaat, seseorang jadi harus menggunakan kokain berulang kali untuk mempertahankan sensasi gembira yang didapatkan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa masalah kesehatan, seperti, Kecemasan atau depresi, Aritmia, Anosmia, Peningkatan denyut jantung, dll.
2. Ganja
Ganja mengacu pada daun, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa yang dikeringkan. Jenis narkoba ini biasanya digunakan dengan cara dihisap seperti rokok, dicampurkan ke dalam makanan, atau diseduh sebagai teh.
Di beberapa negara, ganja dengan dosis dan kandungan tertentu dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk beberapa penyakit, seperti multiple sclerosis (MS), penyakit Alzheimer, dan penyakit Crohn. Namun, di Indonesia, ganja temasuk ilegal karena risiko penyalahgunaannya dinilai jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Kandungan pada Ganja terdapat bahan kimia psikoaktif yang bekerja pada otak dan menyebabkan perubahan pada sensasi tubuh, perasaan, gerakan, pemikiran, dan ingatan. Perubahan ini membuat penggunanya merasa senang sesaat atau sering disebut “high”.
Bahan psikoaktif ini juga bisa menimbulkan efek ketagihan dan berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan. Efek berbahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan, yaitu Gangguan kognitif (daya berpikir), Gangguan pernapasan, Peningkatan risiko serangan jantung, Depresi dan paranoid, dll.
3. Heroin
Heroin atau putaw adalah jenis narkoba adiktif dari bunga opium poppy yang banyak tumbuh di wilayah Asia, Meksiko, dan Amerika Selatan. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan heroin dapat dimanfaatkan secara medis sebagai pereda nyeri. Bahkan, sifat pereda nyeri pada heroin sekitar 2–3 kali lebih kuat dari morfin.
Namun, jika disalahgunakan, heroin dapat membuat penggunanya menjadi sangat ketagihan hingga sulit berhenti dan menyebabkan efek samping yang berbahaya.
4.Opium
Opium adalah narkotika yang terbuat dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Narkotika jenis ini dapat ‘diolah’ menjadi morfin dan kodein.
Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan opium, di antaranya yaitu, Merasa sangat bersemangat, Waktu terasa berjalan lambat, Pusing atau mabuk, dll
5. Sabu-sabu
Sabu-sabu atau metamfetamin adalah jenis narkotika berbentuk seperti kristal berwarna putih yang memiliki efek stimulan.
Efek samping yang bisa terjadi akibat penyalahgunaan sabu-sabu, biasanya menimbulkan, Gangguan tidur, penurunan konsentrasi hingga kehilangan ingatan, Paranoid, dll.
Apa dampak yang dirasakan akibat menggunakan narkoba?
Untuk dampak narkoba terhadap tubuh manusia biasanya berupa gangguan pada jantung, hemoprosik, traktur urinarius, otak, tulang, pembuluh darah, endorin, kulit, sistem saraf, paru-paru, sistem pencernaan, lalu dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll. Selain itu, dampak lainnya bagi kejiwaan antara lain bisa menyebabkan depresi mental, gangguan jiwa berat/psikotik, bunuh diri, hingga melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.
Cara agar terhindar dari penggunaan narkoba!
1.Memilih lingkungan pergaulan yang baik,
2.Melakukan berbagai kegiatan positif, seperti belajar ataupun berolahraga,
3.Gunakan waktu luang untuk bersantai bersama keluarga, belajar, berolahraga ataupun melakukan kegiatan positif lainnya,
4.Jika memiliki permasalahan, jangan gunakan narkoba sebagai pelarian atau jalan keluarnya. Selain cara tersebuat.
Komentar
Posting Komentar